Now Hiring: Are you a driven and motivated 1st Line IT Support Engineer?

7 Standar Dapur Restoran Untuk Menjaga Kualitas Pelayanan

Standar Dapur Restoran
Blog

7 Standar Dapur Restoran Untuk Menjaga Kualitas Pelayanan

Menerapkan standar dapur restoran yang tepat merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan guna menjaga kualitas pelayanan. Disamping membuat operasional dapur menjadi lebih efisien, penerapan standar yang baik juga dapat menjaga kualitas pelayanan dan produk tetap konsisten.

Lalu, apa saja standar yang perlu diterapkan pada dapur atau kitchen di restoran? Mari kita bahas mengenai standar dapur restoran di bawah ini.

Standar Dapur Restoran

Berikut adalah beberapa standar dapur yang bisa diterapkan pada bisnis restoran.

Mise en Place: Persiapan Sebelum Memasak

Mise en Place
Ilustrasi Mise en Place – www.unsplash.com

Mise en Place ini merupakan frasa dari Bahasa Perancis yang berarti “menempatkan pada tempatnya”. Istilah ini berarti persiapan sebelum memasak dan sering diterapkan dalam dapur professional.

Dalam konteks dapur restoran, mise en place mencakup persiapan semua bahan, peralatan, dan alat yang diperlukan sebelum memasak. Misalnya: potongan daging, penyiapan bumbu-bumbu, dan lain sebagainya.

Dengan menerapkan konsep ini, operasional dapur dapat menjadi lebih efisien dan mengurangi kemungkinan kesalahan selama proses memasak.

FIFO: First In, First Out

First In First Out
First In First Out – www.unsplash.com

FIFO atau First In First Out ini merupakan prinsip manajemen stok yang penting untuk diterapkan di restoran. Dimana bahan makanan yang masuk pertama kali akAN digunakan atau dimasak terlebih dahulu.

Dengan kata lain, konsep INI memprioritaskan penggunaan stok bahan yang lama terlebih dahulu sebelum menggunakan stok bahan yang baru.

Namun, perlu dicatat bahwa stok bahan lama yang dimaskud di sini masih dalam keadaan layak atau belum melewati masa kadarluwarsa.

Baca juga:  Cara Plating Makanan Yang Menarik Untuk Bisnis Kuliner

Dengan menerapkan ini, bisnis restoran dapat mencegah terjadinya pemborosan dalam operasional dapur.

Pencegahan Cross-Contamination

Pencegahan Cross-Contamination
Pencegahan Cross-Contamination – www.unsplash.com

Cross Contamination atau kontaminasi silang artinya proses kontaminasi yang mungkin terjadi dari satu bahan makanan ke bahan makanan lainnya. Ini sering terjadi akibat ketidaktahuan dalam proses pengolahan makanan.

Untuk menghindari risiko kontaminasi makanan ini, maka dapur perlu melakukan pencegahan yaitu dengan:

  • Tidak menggunakan alat yang sama untuk bahan mentah dan bahan matang.
  • Selalu menjaga kebersihan peralatan kitchen.
  • Mencuci tangan setelah menyentuh bahan makanan mentah.  

Blanching: Pengolahan Awal Bahan Makanan

Blanching
Ilustrasi Blanching. – www.unsplash.com

Blanching adalah metode pengolahan awal bahan makanan, seperti sayuran atau daging, dengan cara merebus sebentar.

Tujuannya adalah untuk mempertahankan warna alami, mengurangi keasaman, dan membekukan enzim yang dapat mempengaruhi kualitas makanan.

Beberapa contoh bahan makanan yang perlu melewati proses blanching yaitu brokoli, kale, bayam, dan kentang.

Plating: Penataan Hidangan

Plating
Ilustrasi Plating – www.unsplash.com

Plating adalah seni penataan hidangan di atas piring sebelum disajikan kepada pelanggan. Penataan hidangan ini sangat penting guna memberikan pengalaman kuliner yang lebih baik untuk pelanggan.

Dengan menerapkan standar plating yang baik, restoran dapat menciptakan hidangan yang menarik dan lebih menggoda selera.

Parboiling: Mempercepat Proses Memasak

Parboiling Potato
Ilustrasi Parboiling Potato – www.unsplash.com

Parboiling adalah proses memasak makanan hingga lunak atau setengah matang sebelum dimasak sepenuhnya.

Tujuannya adalah untuk mempersingkat waktu memasak, memastikan bahwa bahan makanan matang secara merata, dan mempertahankan nutrisi yang lebih baik.

Beberapa contoh bahan makanan yang memakai proses parboiling ini adalah nasi, wortel, lobak, bit, dan kentang.

Basting: Menjaga Kelembaban Daging Selama Dipanggang

Basting Daging Selama Memanggang
Ilustrasi Basting Daging Selama Memanggang – www.unsplash.com

Basting adalah proses melumasi atau mengolesi daging dengan cairan selama proses pemanggangan. Cairan itu dapat berupa kaldu, minyak, ataupun saus.

Baca juga:  8 Jenis Jenis Cookies Yang Bisa Dimasukan Ke List Menu Cafe

Proses basting ini dilakukan untuk menjaga kelembaban daging selama dipanggang serta memungkinkan daging dapat matang secara cepat dan merata.

Nah, itulah beberapa standar dapur yang penting diterapkan pada bisnis restoran. Semoga dapat bermanfaat!

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gratis Layanan konsultasi untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan ini, Kami siap melayani dengan senang hati, silahkan lengkapi form request dibawah ini.

    Konsultasi Gratis