Strategi Suggestive Selling dan Penerapannya Pada Bisnis Kuliner
Strategi Suggestive Selling dan Penerapannya Pada Bisnis Kuliner
Dalam dunia kuliner, pelayanan yang baik saja tidak cukup. Ada kalanya restoran perlu strategi yang halus namun efektif untuk meningkatkan nilai transaksi setiap pelanggan.
Salah satunya adalah Suggestive Selling, teknik sederhana yang bisa membuat penjualan meningkat tanpa membuat pelanggan merasa dipaksa.
Teknik ini sering digunakan restoran besar dan terbukti mampu meningkatkan revenue harian. Dalam operasional restoran modern, suggestive selling bahkan menjadi bagian penting dalam SOP pelayanan.
Nah, supaya kamu bisa menerapkannya secara konsisten di restorammu, yuk kita bahas mulai dari pengertian hingga strategi praktisnya.
Apa Itu Suggestive Selling?

Suggestive Selling adalah teknik menawarkan menu tambahan secara natural, dengan tujuan membantu pelanggan menemukan pilihan yang lebih cocok dan meningkatkan pengalaman makan mereka.
Contohnya seperti:
- “Mau tambah topping keju biar lebih creamy, Kak?”
- “Minumnya mau sekalian yang dingin atau panas?”
- “Kalau pesan ini, biasanya pelanggan suka tambah sambal matah lho.”
Jadi bukan memaksa pelanggan membeli, tetapi memberikan saran yang relevan dan terasa membantu.
Apa Perbedaannya Dengan Upselling?
Banyak yang masih bingung membedakan suggestive selling dan upselling, padahal keduanya punya teknik berbeda:
1. Suggestive Selling
Fokus menawarkan menu tambahan atau pelengkap. Contoh: menambah dessert, topping, side dish, atau minuman.
2. Upselling
Fokus mengajak pelanggan membeli versi yang lebih premium atau lebih besar.
Contoh:
- Upgrade dari medium ke large
- Upgrade dari espresso ke latte
- Mengganti side dish biasa ke premium
Kesimpulannya:
- Suggestive selling = menambah item
- Upselling = meningkatkan value item
Keduanya sama-sama efektif, tapi suggestive selling terasa lebih halus untuk pelanggan.
Apa Tujuan Penerapannya?

Penerapan Suggestive Selling bukan sekadar menambah penjualan. Ada beberapa tujuan yang lebih luas.
1. Meningkatkan Average Order Value (AOV)
Setiap tambahan pesanan kecil akan berdampak pada total penjualan harian restoran.
2. Membuat Pengalaman Makan Pelanggan Lebih Lengkap
Kadang pelanggan tidak tahu ada menu pelengkap. Dengan suggestive selling, mereka bisa mendapatkan pengalaman yang lebih memuaskan.
3. Membantu Karyawan Menjalankan SOP Pelayanan
Suggestive selling adalah bagian dari SOP agar pelayanan konsisten dan tidak bergantung pada keaktifan staf.
4. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
Pelanggan cenderung kembali ketika mereka merasa staf restoran memberikan rekomendasi yang membantu, bukan memaksa.
Bagaimana Strategi Penerapannya?
Berikut beberapa strategi suggestive selling yang bisa langsung kamu terapkan di restoran:
1. Gunakan Bahasa yang Natural dan Tidak Memaksa
Pastikan staf menawarkan dengan nada ramah.
Contoh:
“Mau tambah es krim vanila biar lebih segar?”
2. Tawarkan Menu yang Relevan dengan Pesanan Utama
Relevansi adalah kunci dalam suggestive selling.
Jika pelanggan pesan steak, tawarkan mashed potato atau soup.
Jika mereka pesan kopi, tawarkan croissant.
3. Manfaatkan Momen Saat Pelanggan Bingung Memilih
Ketika pelanggan bilang, “Yang enak apa ya?”, itu kesempatan emas buat staf memberikan saran.
4. Tampilkan Visual Menu Pendukung
Foto menarik sering kali membuat pelanggan tertarik membeli menu tambahan.
Kamu bisa menempatkan foto dessert favorit di dekat kasir atau meja.
5. Latih Karyawan Agar Konsisten
Teknik suggestive selling harus jadi bagian SOP restoran.
Setiap staf wajib menawarkan setidaknya satu item tambahan pada setiap transaksi.
6. Gunakan Sistem POS untuk Rekomendasi Otomatis
Beberapa POS modern dapat menampilkan item rekomendasi otomatis saat kasir memasukkan pesanan.
Ini membantu staf melakukan suggestive selling lebih mudah dan terarah.
Kesimpulan
Suggestive Selling adalah teknik sederhana namun sangat efektif untuk meningkatkan penjualan dan kualitas pelayanan restoran. Dengan menawarkan menu tambahan secara halus dan relevan, pelanggan merasa terbantu, bukan dipaksa.
Perbedaannya dengan upselling harus dipahami agar staf tahu kapan harus menawarkan tambahan menu atau upgrade menu. Jika diterapkan sebagai bagian dari SOP restoran, suggestive selling bisa meningkatkan pendapatan, pengalaman pelanggan, dan konsistensi pelayanan.
