Cara Menentukan Harga Makanan Untuk Bisnis Kuliner Anda

Cara Menentukan Harga Makanan Untuk Bisnis Kuliner Anda
Untuk memaksimalkan profit dalam bisnis kuliner, perlu penentuan harga makanan yang tepat. Cara menentukan harga makanan yang tepat dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor dan melakukan perhitungan yang mendetail.
Dalam blog ini, kita akan membahas tentang penentuan harga makanan mulai dari faktor yang harus dipertimbangkan dan cara melakukan perhitungannya.
Faktor Dalam Penentuan Harga Makanan

Target Market
Dalam menentukan harga makanan, penting untuk anda mengetahui siapa target market bisnis anda apakah mahasiswa, pekerja kantoran, atau wisatawan asing.
Untuk target market mahasiswa, ada baiknya anda menentukan harga makanan yang lebih terjangkau untuk menarik perhatian. Sementara untuk wisatawan asing, anda dapat mematok harga lebih tinggi.
Biaya Produksi
Biaya produksi juga sebaiknya dihitung ketika anda menentukan harga makanan. Ini dapat mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung, dan lain sebagainya.
Sebagai contoh dalam bisnis restoran: daging, gaji karyawan, gas, dan lain sebagainya.
Harga Kompetitor
Harga kompetitor dapat memberikan anda referensi dalam menentukan harga makanan. Maka dari itu, ketahui harga yang dipatokan oleh para pesaing anda.
Dari harga ini, anda dapat menyesuaikan harga jual makanan di bisnis anda agar tetap menarik bagi konsumen.
Persentase Keuntungan
Ketahui berapa persentase keuntungan yang anda inginkan. Pada umumnya di awal, kebanyakan pembisnis mematok persentase keuntungan berkisaran dari 5-10%.
Dalam menentukan persentase ini, anda sebaiknya juga melihat kondisi keuangan perekonomian. Ketika perekonomian sedang lesu, ada baiknya untuk tidak mematok persentase keuntungan yang terlalu tinggi.
Cara Menentukan Harga Makanan

Markup Pricing
Markup pricing ditentukan dengan menambahkan persentase keuntungan tertentu dari biaya produksi ke harga jual.
Rumus:
Harga Jual = Biaya Produksi + (Biaya Produksi x Markup)
Contoh:
Harga biaya produksi seporsi Spaghetti adalah Rp 25.000 dan presentase keuntungan yang diinginkan adalah 10%, maka dapat dihitung:
Harga jual = Rp 25.000 + (Rp 25.000 x 10%)
Harga jual = 27.500
Jadi, harga jual seporsi spaghetti dengan keuntungan 10% adalah sebesar Rp 27.500.
Margin Pricing
Metode ini ditentukan berdasarkan persentase margin keuntungan yang diinginkan dari harga jual. Dalam penghitungan ini, pertama kita perlu menentukan harga jual kemudian menghitung margin yang didapatkan.
Rumus:
Margin Pricing = (Harga Jual – Modal) / Harga Jual
Contoh:
Restoran menjual Chicken Teriyaki Rice Bowl dengan modal Rp 15.000. Harga jual yang ditetapkan adalah Rp 30.000. Maka dapat dihitung:
Margin = (Rp 30.000 – Rp 15.000) / Rp 30.000
Margin = 0,5 atau 50%
Jadi, margin keuntungan yang didapatkan dari penjualan seporsi Rice Bowl tersebut adalah 50%.
Harga Bundling
Harga bundling melibatkan penjualan beberapa produk bersama-sama dengan harga yang lebih rendah dibandingkan jika produk tersebut dibeli secara terpisah.
Metode ini sering digunakan untuk meningkatkan penjualan dan menarik konsumen.
Rumus:
Harga Bundling = (Modal X Jumlah Produk) – Potongan Harga
Contoh:
Restoran menjual burger dengan harga Rp 25.000 untuk 1 porsi. Kemudian, mereka berencana membuat harga paket bundling untuk 2 porsi dengan pengurangan harga sebesar Rp 5.000.
Maka dapat dihitung:
Harga Bundling Burger = (Rp 25.000 x 2) – Rp 5.000
Harga Bundling Burger = Rp 50.000 = Rp 5.000
Harga Bundling Burger = Rp 45.000
Jadi, harga paket bundling 2 porsi burger tersebut adalah Rp 45.000.
Itulah cara menentukan harga makanan untuk bisnis kuliner anda. Semoga dapat bermanfaat!